| No. |
| 1 |
Desa Bumimulyo_Bumdes Tambak Jaya_Jateng |
Tentang KepMenDes dan PDT No. 3 thn 2025 yg berisi ttg panduan penggunaan dana desa untuk ketahanan pangan dalam mendukung swasembada pangan. Ini ternyata implementasi di lapangan, khususnya di Kab. Pati tdk berjalan semestinya sprt yg diharapkan dr Kepmendes tersbt. Sebagian besar Kades di Kab. Pati tdk melibatkan BUMDes dan msh saja sprt tahun2 lalu...digunakan u kegiatan infrasrtuktur sprt membangun jalan produksi tani, membuat jembatan, dll. Hal ini sy kira telah menyalahi dr amanat KEPMENDES No. 3 2025. Alasannya dr sebagian Kades adalah tdk adanya Juknis dr Pemda dan Dispermades Pati dlm pelaksanaan dana ketahanan pangan yg merujuk ke Kepmendes no. 3 2025 tersebut. Mensikapi hal tersebut, apa yg hrs BUMDes lakukan? |
Kepmendes No. 3 Tahun 2025 sudah jelas mengamanatkan bahwa minimal 20% Dana Desa dipakai untuk ketahanan pangan dengan melibatkan BUMDes. Jika di Kabupaten Pati praktiknya masih digunakan untuk infrastruktur tanpa melibatkan BUMDes, maka langkah yang bisa dilakukan BUMDes adalah aktif mendorong Musyawarah Desa agar penyertaan modal diarahkan ke unit usaha desa. Selain itu, BUMDes perlu berkoordinasi dengan Pemda dan OPD teknis supaya Raperdes APBDes direviu sesuai amanat, sambil menyiapkan kelembagaan melalui legalitas, pelatihan, dan pendampingan. Dengan begitu, BUMDes akan siap masuk dalam rantai hulu–hilir pangan, serta memanfaatkan peluang pasar MBG melalui e-Katalog. |
| 2 |
Desa Rahayu_Bumdes Rahayu Mukti_Jateng |
Bapak Narasumber yang luarbiasa Bolehkah Anggaran Dana Desa 20% alokasi Ketahanan Pangan dalam bentuk penyertaan Modal BUMDes untuk kegiatan Pembangunan Rumahmakan/Cafe dilokasi Desa Wisata untuk mendukung penyelenggaraan Desa Wisata ? |
Alokasi Dana Desa 20% untuk ketahanan pangan bisa saja digunakan sebagai penyertaan modal BUMDes membangun rumah makan atau café di kawasan desa wisata, sepanjang usahanya berorientasi pada ketahanan pangan.Artinya, rumah makan tersebut harus menyajikan produk pangan lokal, mengolah hasil pertanian desa, atau memberi edukasi gizi pada pengunjun.. Dengan demikian, usaha ini tidak hanya sekadar wisata kuliner, tetapi juga mendukung penyediaan dan pemanfaatan pangan desa. |
| 3 |
Desa Ngadirejo_Bumdes Manunggal Jaya Abadi _jateng |
Mohon ijin kami dari bumdesa manunggal jaya abadi, syarat apa saja yang harus dipenuhi untuk ikut berpartisipasi dalam suplay bahan baku MBG |
Untuk berpartisipasi sebagai pemasok bahan baku MBG, BUMDes wajib bergabung dalam e-Katalog LKPP versi 6.0 karena pembelian dilakukan lewat mekanisme itu. Setelah itu, BUMDes juga perlu menjalin kemitraan formal dengan Yayasan Pengelola SPPG yang menjadi pintu utama dalam distribusi MBG. Kelengkapan legalitas dan kesiapan SDM melalui pelatihan juga menjadi bagian penting dari tahapan action plan . |
| 4 |
Desa Batupute_Sulsel |
Terkait dana ketahanan pangan yang minimal 20% dari dana desa supaya tetap menjadi penyertaan modal usaha bumdes berkelanjutan setiap tahunnya |
Agar Dana Desa 20% ini terus menjadi penyertaan modal ke BUMDes setiap tahun, maka perencanaannya harus masuk ke dokumen resmi desa seperti RPJMDes, RKPDes, dan Perdes APBDes.Dengan cara ini, alokasi modal tidak hanya sekali, melainkan menjadi pola tahunan yang konsisten, sekaligus membuka peluang bagi BUMDes untuk menyalurkan produk ke MBG sehingga modal dapat berputar. |
| 5 |
Desa Karanggedan_Bumdes Naya Sejahtera_Jateng |
Terkait UU 6 2014 yang tadi bapak sampaikan, memang betul bahwa secara konsep Pembangunan adalah Button up..Desa yang diberikan anggaran,Desa yang merencanakan, Desa Yang Melaksanakan dan Desa yang mempertanggungjawabkan...akan tetapi semakin kesini sepertinya interfensi Pemerintah melalui Berbagai Kementrian menjadikan Desa agak di kurangi Kewenanganya, Desa kami sebenarnya sangat support terhadap BUMDES akan tetapi dengan Banyaknya Request Program dari Pemerintah Desa Kami agak kesulitan mensupport Penuh terhadap BUMDes. Beruntung salah satu Instruksi terkait Ketahanan Pangan Melalui BUMDes. Pertanyaan kami, apakah menurut bapak kedepan dengan besarnya Gaung Kopdes dan Program Pusat lainya mungkinkan BUMDes akan terus bisa Surfive, akankan dari Pemerintah menyediakan Peningkatan kualitas kelembagaan kami agar kami dapat bersaing disektor Usaha kedepan?? |
Kekhawatiran bahwa banyaknya program pemerintah pusat akan membuat BUMDes kesulitan sebenarnya dijawab dengan adanya dukungan peningkatan kapasitas kelembagaan dari pemerintah. Ada program pelatihan, pendampingan, serta digitalisasi keuangan dan usaha desa yang disiapkan agar BUMDes semakin kuat dan mampu bersaing. Dengan dukungan tersebut, BUMDes tetap bisa survive sekaligus bertransformasi sesuai kebutuhan pasar. |
| 6 |
Desa Pedurenan_Bumdes Cipta Karya_jabar |
Sejauh mana keberadaan BUMDesa dapat mengurangi ketergantungan masyarakat desa terhadap pangan impor atau pangan dari luar daerah? Evaluasi dampaknya terhadap pola konsumsi dan distribusi pangan lokal. Sedangkan dilapangan masih. Banyak sekali masyarakat punya pola hidup hutang sedangkan kita permodalan terbatas |
Keberadaan BUMDes memang dapat mengurangi ketergantungan masyarakat pada pangan impor atau dari luar daerah dengan cara memperkuat produksi di hulu dan hilir. Misalnya melalui penyediaan benih dan bibit, pengolahan hasil tani, penyimpanan, hingga distribusi pangan lokal. Perubahan pola konsumsi masyarakat juga penting, yakni diarahkan pada pangan beragam, bergizi, seimbang, dan aman. Kendala permodalan bisa diatasi lewat penyertaan modal Dana Desa serta kemitraan MBG yang menjamin pasar produk BUMDes. |
| 7 |
Desa Rengel_Bumdes Mandiri Sejahera_Jatim |
mohon ijin bertanya bapak kami dari bumdesa mandiri sejahtera rengel, Apakah ketahanan pangan harus selalu dalam bentuk menanam atau beternak, atau bisa juga dari pengolahan makanan lokal? |
Ketahanan pangan tidak selalu harus dalam bentuk menanam atau beternak. Pengolahan makanan lokal juga termasuk kegiatan yang sah karena berada di rantai hilir ketahanan pangan. Dengan demikian, desa yang memiliki keterbatasan lahan tetap bisa berperan dalam ketahanan pangan melalui pengolahan bahan pangan yang sudah ada menjadi produk bernilai tambah. |
| 8 |
Desa Ngadirejo_Bumdes Manunggal Jaya Abadi _jateng |
bagaimana cara dan persyaratan bagi bumdes untuk berpartisi dalam program dapur MBG? |
Untuk bisa ikut dalam program dapur MBG, BUMDes dapat memilih menjadi pengelola SPPG atau pemasok bahan baku. Caranya adalah dengan masuk ke e-Katalog sebagai pemasok dan menandatangani kontrak dengan Yayasan Pengelola SPPG.. Selain itu, BUMDes juga perlu mengikuti tahapan penguatan legalitas dan kapasitas sebagaimana disebutkan dalam action plan. |
| 9 |
Desa Margourip_Bumdes Margo Jaya_Jatim |
Kalau bermitra dgn MBG hrs menemui pihak siapa? Seperti disekitar kami blm ada bumdes yg digandeng utk suplai bahan. |
Jika ingin bermitra dengan MBG, pihak yang harus ditemui adalah Yayasan Pengelola SPPG yang ditunjuk di wilayah kecamatan. Namun koordinasi juga sebaiknya dilakukan dengan Dinas PMD, pendamping desa, dan OPD teknis agar proses kemitraan lebih mudah. |
| 10 |
Desa Sanur Kaja_Bumdes Saka Mandiri_Bali |
Mengenai mitra Usaha, seperti pemaparan Bapak Nugroho BUM Desa bisa seperti PERTAMINA, Unit Usaha kami salah satunya perdagangan Gas, sudah bermitra dengan salah satu Agen dari PERTAMINA dengan jatah Gas hanya 50 per hari, belum bisa mengakomodir kebutuhan masyarakat kami. Untuk menjadi sebuah agen membutuh dana yang cukup besar . Bagaimana cara kami menmbus kemitraan ini. Untuk Ketahanan Pangan kambing kami juga manghadapi hal yang sama, kami hanya bisa meenmbus penjualan saat idul adha namu untuk menyuplai kebutuhan masyarakat setiap harinya, kami belum mampu menembus lingkaran ini. Mohon arahan dari Bapak tau link pengusaha yang mampu membeli hasil Ketahanan Pangan Hewani kambing dalam hal penggemukan |
BUMDes yang mengelola usaha LPG maupun kambing menghadapi tantangan tersendiri. Dalam konteks LPG, hal ini memang tidak diatur di slide karena fokusnya pada pangan. Sedangkan untuk kambing, peluangnya adalah menjadikannya komoditas protein hewani yang bisa masuk dalam rantai pasok MBG jika sesuai dengan daftar pangan yang disarankan. Dengan demikian, BUMDes dapat mencoba memasarkan kambing melalui skema MBG atau onboarding e-Katalog untuk memperluas akses pasarny. |
| 11 |
Desa Beradi_bumdes Beradi Koto Tuo |
izin bertanya pak, kami dari BUMDesa BERADI KOTO TUO, Benarkah anggaran 20% dana desa ketahanan pangan ini tidak boleh digunakan untuk operasional? |
Dana Desa 20% untuk ketahanan pangan memang tidak diperuntukkan bagi biaya operasional rutin BUMDes. Namun, penggunaannya sah untuk kegiatan yang tercantum dalam daftar hulu–hilir ketahanan pangan seperti pelatihan, pengadaan sarana pascapanen, pemeliharaan lumbung, dan edukasi giz. Jadi biaya kegiatan yang terkait langsung dengan ketahanan pangan masih diperbolehkan sepanjang disepakati dalam Musyawarah Desa. |
| 12 |
Desa Negarasakti_Bumdes Majubersama_ Lampung |
Pak Izin tanya, jika permodalan bumdes berasal dari 20% Dana Desa. Jika kekurangan modal, dapatnya mengajukan pinjaman ke Bank Himbara atas nama Bumdes atau Atas nama Desa? |
Dalam materi slide tidak disebutkan secara khusus apakah BUMDes bisa mengajukan pinjaman ke Bank Himbara atas nama BUMDes atau desa. Slide hanya menekankan penggunaan Dana Desa minimal 20% untuk ketahanan pangan serta mekanisme kemitraan dengan MBG. Untuk urusan pinjaman, rujukan harus pada regulasi pembiayaan BUMDes di luar materi ini. |
| 13 |
Desa Sabron Sari_Bumdes Mekar Sari_Papua |
Bumdes kami memiliki usaha telur, apakah bisa usaha bumdes kami mendistribusikan hasil produksi telur ke dapur MBG atau ke sekolah-sekolah? |
Usaha telur BUMDes bisa didistribusikan ke dapur MBG atau sekolah-sekolah sepanjang masuk dalam komoditas yang disarankan. Mekanismenya sama seperti pemasok lain, yaitu melalui e-Katalog dan kontrak dengan Yayasan Pengelola SPPG. Dengan demikian, usaha telur dapat mendukung program gizi masyarakat sekaligus menambah pendapatan BUMDes. |
| 14 |
Desa Batupute_Bumdes Sejahtera_Sulsel |
bisakah bumdes kami bisa menggunakan alat alsintan atau mesin traktor untuk disewakan ke petani demi menunjang produksi sektor pertanian? |
BUMDes juga bisa menggunakan atau menyewakan alsintan seperti traktor untuk petani. Kegiatan ini termasuk dalam dukungan produksi hulu yang mencakup peningkatan sarana produksi dan diversifikasi usaha tani. Penyewaan alsintan melalui BUMDes dapat menunjang produksi pertanian masyarakat dan sekaligus menjadi sumber pendapatan desa. |