UNAIR Executive Education

Apa itu Disruptive Innovation dan Jenis – Jenisnya

Disruptive Innovation – Perkembangan teknologi membuat berbagai aspek berubah. Salah satunya adalah dalam bidang bisnis. Teknologi membuat berbagai bisnis terus mengalami inovasi dan perubahan. Hal tersebut tentu memberikan manfaat tersendiri bagi sebagian perusahaan.

Maka dari itu setiap perusahaan dituntut untuk dapat mengikuti arus dan fleksibel dalam perkembangan teknologi. Namun, jika perusahaan justru kaku dan tidak mau mengikuti perkembangan zaman, hal tersebutlah yang akan memicu kemunduran suatu perusahaan.

Lantas apa sih definisi disruptive innovation itu?

Inovasi disruptif atau disruptive innovation adalah inovasi  membuat produk atau layanan baru menggantikan ide bisnis lama yang bertujuan untuk membuat produk lebih terjangkau dan lebih mudah diakses oleh masyarakat pada segmen tertentu atau niche market.

Disruptive innovation sendiri sebenarnya merupakan istilah yang diciptakan oleh Profesor Harvard Business Schooll Clayton Christensen. Ia mengulas mengenai inovasi disruptif yang saat ini terjadi seiring perkembangan teknologi.

Clayton Christensen menjelaskan bahwa inovasi disruptif menggambarkan situasi apa pun di mana industri terguncang dan perusahan terdahulu sebelumnya mengalami kemunduran. Tulisnya dalam Harvard Business Review.

Inovasi disruptif bukanlah proses memperbaiki atau meningkatkan produk untuk kelompok sasaran yang sama, melainkan melibatkan teknologi yang digunakan untuk membuat produk menjadi lebih mudah digunakan dan tersedia untuk pasar.

Seperti halnya contoh sederhana inovasi disruptif adalah munculnya unduhan musik digital yang sejauh ini menggantikan compact disc (CD).

Saat ini Internet sendiri begitu mendarah daging dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Perusahaan yang gagal mengintegrasikan inovasi disruptif ke dalam model bisnisnya, hal tersebut membuat perusahaan lambat laun akan mengalami kemunduran.

Jenis – Jenis Disruptive Innovation

Christensen mengungkapkan terdapat dua jenis inovasi disruptif yaitu low – end dan new market.

Low-End Disruption

Low-End Disruption adalah ketika perusahaan menggunakan model bisnis dan menawarkan produk dengan harga lebih rendah dengan kinerja yang dapat diterima, sehingga berpotensi untuk mengklaim segmen pasar atau mengakuisisi pelanggan pesaingnya.

Dalam konsep ini, umumnya perusahaan yang telah mapan akan terus mencoba menggapai profit dan permintaan yang paling tinggi dengan meningkatkan kualitas produk dan layanan, sehingga mereka kurang memperhatikan pelanggan yang permintaannya rendah.

Hal tersebut yang kemudian akan membuka peluang bagi inovasi disruptif untuk menjadi cukup baik di pasar low end dan secara perlahan menjadi superior di masa depan.

New Market Disruption

Selanjutnya pada jenis disruptif ini, yaitu ketika perusahaan menciptakan segmen baru di pasar yang sudah ada dengan versi berbiaya rendah. Pada konsep ini, perusahaan akan cenderung akan mencari cara bagaimana agar menarik konsumen baru.

Contoh dari konsep ini dapat dilihat dari mesin penyedia fotokopi Xerox. Pada awalnya Xerox menyediakan fotokopi untuk perusahaan besar, namun seiring berjalannya waktu banyak berbagai segmen pasar kecil yang juga membutuhkan mesin fotokopi.

Peluang tersebutlah yang akan menciptakan pasar baru dalam industri tersebut. Itulah uraian ringkas mengenai inovasi disruptif atau disruptive innovation dan dua jenisnya menurut Christensen.

 

Penulis: Soffya Ranti M., S.Hum.
Editor:
Salsabila Devina Atmaranti, S.Kom.
Mochamad Badowi, S.M., MBA.

share this news

Recent Comments

Join our newsletter